1.
Pengertian
Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang fokus pada pemahaman mendalam (verstehen) tentang fenomena sosial atau manusia dalam konteks alami. Tujuannya adalah untuk mengungkap makna, pengalaman, persepsi, motivasi, dan deskripsi yang kaya dari suatu realitas sosial, bukan untuk menguji hipotesis yang sudah ada atau mencari hubungan statistik. Data yang dikumpulkan bersifat naratif, deskriptif, atau visual, yang diperoleh melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumen.
2.
Konsep
Konsep
kunci dalam penelitian kualitatif meliputi:
- Setting
Alamiah (Naturalistic Inquiry): Penelitian dilakukan di lingkungan
alami subjek, di mana peneliti adalah instrumen kunci.
- Makna dan
Pemahaman (Verstehen): Peneliti berusaha memahami dunia dari sudut
pandang subjek yang diteliti.
- Induktif: Proses
penelitian bergerak dari data rinci, spesifik, dan empiris menuju teori,
bukan sebaliknya.
- Holistik: Fenomena
dipelajari secara keseluruhan, mempertimbangkan konteks, interaksi, dan
sejarahnya.
- Fleksibilitas Desain: Desain penelitian dapat berkembang dan berubah seiring dengan temuan baru yang muncul di lapangan (emergent design).
3.
Landasan Filosofi
Landasan
filosofis utama yang mendasari penelitian kualitatif adalah:
- Fenomenologi: Berakar pada
filsafat Edmund Husserl, berfokus pada pengalaman subjektif dan kesadaran
murni individu terhadap suatu fenomena. Ini menekankan bagaimana seseorang
mengkonstruksi makna melalui pengalaman hidup.
- Konstruktivisme
Sosial:
Dipengaruhi oleh Berger dan Luckmann, berpendapat bahwa realitas sosial
dan makna dikonstruksi secara sosial dan subjektif oleh individu dalam
interaksi dengan lingkungannya. Tidak ada satu realitas objektif tunggal.
- Interpretivisme:
Mengasumsikan bahwa dunia sosial tidak dapat dipahami melalui metode
ilmiah alamiah. Sebaliknya, penelitian sosial harus berfokus pada
interpretasi dan pemahaman terhadap tindakan manusia yang bermakna.
4.
Peran Peneliti
Dalam
penelitian kualitatif, peran peneliti sangat sentral:
- Instrumen
Kunci:
Peneliti adalah instrumen utama untuk pengumpulan dan analisis data.
Pengetahuan, interpretasi, dan refleksivitas peneliti memengaruhi seluruh
proses.
- Pengamat
Partisipan (jika diperlukan): Peneliti dapat terlibat dalam
kehidupan subjek yang diteliti untuk mendapatkan pemahaman "orang
dalam" (emic perspective).
- Pencipta
Kepercayaan (Rapport Builder): Peneliti harus membangun hubungan
yang baik dan etis dengan partisipan agar mereka bersedia berbagi
pengalaman dan pandangan secara jujur dan mendalam.
- Refleksif: Peneliti wajib secara eksplisit merenungkan bagaimana bias, pengalaman, dan latar belakang mereka sendiri dapat memengaruhi penelitian.
5.
Jenis-jenis Penelitian Kualitatif
Berikut
adalah jenis-jenis utama penelitian kualitatif:
|
Jenis
Penelitian |
Fokus
Utama |
|
Etnografi |
Memahami
budaya, kelompok, atau masyarakat secara mendalam. |
|
Studi
Kasus |
Eksplorasi
mendalam terhadap satu unit (kasus) atau sistem yang terikat. |
|
Fenomenologi |
Mendeskripsikan
dan menginterpretasikan esensi pengalaman hidup individu. |
|
Grounded
Theory |
Membangun
teori baru yang diangkat dari data empiris. |
|
Studi
Dokumen/Teks |
Analisis
sistematis terhadap konten dokumen tertulis atau visual. |
|
Penelitian
Naratif |
Mengumpulkan
dan menyusun kisah hidup (life story) individu. |
|
Penelitian
Tindakan (Action Research) |
Penelitian
kolaboratif untuk memecahkan masalah praktis. |
|
Analisis
Wacana |
Menganalisis
bagaimana bahasa digunakan dalam konteks sosial untuk membangun makna dan
kekuasaan. |
6.
Deskripsi
|
Jenis |
Fokus
Metodologis |
Tahapan/Prosedur
|
Teknik Analisis |
Unit Analisis |
|
Etnografi |
Deskripsi dan
Interpretasi Budaya. Menjelaskan pola perilaku, kepercayaan, bahasa, dan
interaksi dalam suatu kelompok. Memerlukan waktu lama di lapangan (long-term
immersion). |
1. Memilih
kelompok/budaya. 2. Membangun hubungan (rapport). 3. Observasi partisipan
yang berkepanjangan. 4. Mencatat field notes rinci. 5. Wawancara
mendalam. 6. Analisis data dan penulisan deskripsi budaya yang holistik. |
Analisis Domain (mencari
kategori makna budaya yang luas), Analisis Taksonomi (memecah domain
menjadi sub-kategori), Analisis Komponen (mencari perbedaan antar
kategori), Analisis Tema Kultural. |
Kelompok,
komunitas, budaya, setting interaksi sosial tertentu (misalnya, ruang kelas,
suku, organisasi). |
|
Studi Kasus |
Eksplorasi
Mendalam terhadap "Kasus". Menjelaskan bagaimana dan mengapa suatu
fenomena terjadi dalam konteks tertentu. Dapat berupa tunggal (holistik) atau
jamak (komparatif). |
1.
Mendefinisikan dan membatasi "Kasus" (sistem terikat). 2.
Mengembangkan proposisi teoritis (pemandu). 3. Pengumpulan data dari berbagai
sumber (triangulasi). 4. Analisis data. 5. Penulisan laporan dengan narasi
yang kaya konteks. |
Pencocokan Pola
(Pattern Matching):
Membandingkan pola data empiris dengan pola yang diprediksi secara teoritis. Pembentukan
Penjelasan (Explanation Building): Mencari rantai sebab-akibat. Time-Series
Analysis. |
Individu,
organisasi, program, peristiwa, atau komunitas tertentu (sebagai satu
kesatuan/unit). |
|
Fenomenologi |
Mencari Esensi
Pengalaman.
Menggali struktur umum dari pengalaman hidup individu terkait suatu fenomena
(misalnya, pengalaman menjadi seorang guru baru). |
1. Epoche/Bracketing:
Menangguhkan asumsi peneliti. 2. Mengumpulkan narasi pengalaman hidup
partisipan. 3. Membaca/mendengarkan narasi berulang kali. 4. Mengidentifikasi
unit-unit makna (meaning units). 5. Mengembangkan deskripsi tekstual (apa
yang dialami) dan deskripsi struktural (bagaimana dialami). 6. Sintesis
esensi pengalaman (essences). |
Analisis Tema
(Thematic Analysis)
pada pengalaman partisipan. Horizontalisasi (memperlakukan setiap
pernyataan sebagai setara). Imaginative Variation (mengubah perspektif
untuk menguji esensi). |
Pengalaman Hidup
(Lived Experiences) individu tentang suatu konsep atau fenomena. |
|
Grounded Theory |
Membangun Teori
dari Data.
Menghasilkan teori substantif tentang proses, tindakan, atau interaksi sosial
yang tersembunyi. |
1. Pengumpulan
data awal (wawancara, observasi). 2. Coding Terbuka (Open Coding):
Memecah data menjadi konsep. 3. Coding Aksial (Axial Coding):
Menghubungkan kategori satu sama lain. 4. Coding Selektif (Selective
Coding): Mengintegrasikan kategori utama (core category) dan
menyempurnakan teori. 5. Theoretical Sampling: Pengumpulan data
lanjutan berdasarkan kategori yang muncul. |
Constant
Comparative Method:
Membandingkan data dengan data, data dengan kode, kode dengan kategori. Memo
Writing: Mencatat pemikiran, interpretasi, dan hubungan teoretis. Diagramming. |
Proses sosial,
interaksi, atau tindakan dalam konteks tertentu. |
|
Studi
Dokumen/Teks |
Interpretasi
Konten Tertulis/Visual. Memahami konteks, makna, dan pesan dari dokumen
(seperti kebijakan, surat kabar, diari, film). |
1. Menetapkan
tujuan analisis. 2. Memilih dokumen/teks. 3. Menetapkan kerangka konseptual
(misalnya, konten, konteks, fungsi). 4. Membaca/menonton secara saksama dan
mengidentifikasi tema/kode. 5. Menginterpretasikan temuan dalam konteks
pertanyaan penelitian. |
Analisis Konten
(Content Analysis):
Mengidentifikasi frekuensi dan pola kemunculan tema atau kata kunci. Hermeneutika:
Interpretasi makna mendalam dari teks. Analisis Semiotik. |
Dokumen
(kebijakan, surat, catatan, laporan, karya seni) atau teks (naskah,
transkrip). |
|
Penelitian
Naratif |
Restorasi Kisah
Hidup.
Mengumpulkan cerita dan pengalaman hidup (biografi/autobiografi) individu dan
menyusunnya dalam kronologi bermakna. |
1. Memilih satu
atau beberapa individu (partisipan). 2. Mengumpulkan cerita melalui wawancara
mendalam yang memancing narasi. 3. Restorying: Menyusun kembali kisah
dalam urutan kronologis. 4. Mengidentifikasi tema-tema kunci yang muncul
dalam narasi. 5. Penulisan narasi gabungan (cerita partisipan + interpretasi
peneliti). |
Analisis
Tematik:
Mencari tema-tema yang berulang di sepanjang narasi. Analisis Struktural:
Melihat bagaimana cerita dikonstruksi. Analisis Dialogis: Melihat
interaksi cerita dengan konteks sosial. |
Kisah Hidup
(Life Story) individu. |
|
Penelitian
Tindakan |
Memecahkan
Masalah Praktis secara Kolaboratif. Penelitian yang dilakukan oleh praktisi
dan peneliti untuk meningkatkan praktik (pendidikan, kesehatan, organisasi). |
1. Perencanaan
(Plan): Mengidentifikasi masalah dan merencanakan tindakan. 2. Tindakan
(Act): Menerapkan tindakan/intervensi. 3. Observasi (Observe):
Mengumpulkan data tentang efek tindakan. 4. Refleksi (Reflect):
Menganalisis data, mengevaluasi hasil, dan menentukan siklus berikutnya
(spiral of action). |
Analisis Kritis
Reflektif:
Mengidentifikasi kesenjangan antara praktik ideal dan praktik aktual. Triangulasi
Sumber Data: Membandingkan data observasi, jurnal, dan hasil tindakan. |
Praktik, proses,
situasi kerja, atau masalah praktis dalam setting tertentu (misalnya,
sekolah, klinik). |
|
Analisis Wacana |
Menganalisis
Bahasa dan Kekuasaan. Mempelajari bagaimana teks dan ucapan (wacana)
mereproduksi atau menantang struktur kekuasaan dan ideologi sosial. |
1. Memilih
teks/wacana (misalnya, pidato, berita, iklan). 2. Mengidentifikasi konteks
sosial, politik, dan sejarah. 3. Deskripsi: Mendeskripsikan teks (kosa
kata, metafora, tata bahasa). 4. Interpretasi: Menjelaskan hubungan
antara teks dan interaksi sosial. 5. Eksplanasi: Menjelaskan hubungan
antara interaksi dan konteks sosial (Fairclough's Three-Dimensional Model). |
Analisis
Leksikal dan Sintaksis: Fokus pada pemilihan kata, tata bahasa, dan posisi
subjek. Analisis Metafora: Mengidentifikasi metafora yang digunakan
untuk membentuk pemahaman. Analisis Intertekstualitas: Melihat
bagaimana teks merujuk pada teks lain. |
Wacana (teks dan
ucapan) dalam konteks sosial dan kekuasaan. |
10.
Contoh Penelitian (Jurnal) yang Rinci
|
Jenis
Penelitian |
Judul
Contoh Jurnal Rinci |
Unit
Analisis Fokus |
|
Etnografi |
"Becoming
a Man in the Land of the Crocodile: The Negotiation of Masculinity and Social
Status in an Indonesian Fishing Village" (2020) oleh
Budi P. Manurung. |
Komunitas
nelayan di Desa Pesisir Indonesia (pola interaksi, ritual, dan norma-norma
maskulinitas lokal). |
|
Studi
Kasus |
"The
Adaptation of Single Mothers in Re-establishing Entrepreneurial Resilience: A
Case Study of a Small Culinary Business in Yogyakarta" (2023) oleh
Siti Khairani. |
Satu
unit bisnis kuliner kecil yang dikelola oleh seorang ibu tunggal di
Yogyakarta (strategi adaptasi, tantangan, dan faktor pendukung). |
|
Fenomenologi |
"The
Lived Experience of Nurses Caring for COVID-19 Patients in Isolation Wards: A
Phenomenological Study" (2021) oleh David R. Jones. |
Pengalaman
subjektif sekelompok perawat (10 partisipan) saat bekerja merawat pasien
COVID-19 (perasaan cemas, keberanian, dan empati). |
|
Grounded
Theory |
"Developing
a Theory of Digital Leadership Emergence in Indonesian Remote
Universities"
(2022) oleh Eko S. Wibowo. |
Proses
bagaimana kepemimpinan digital (pengambilan keputusan, komunikasi, dan
adaptasi) muncul dan dikelola di universitas jarak jauh di Indonesia. |
|
Studi
Dokumen/Teks |
"Analyzing
the Framing of the New Capital City Project in Indonesian Online News Media:
A Content Analysis of Detik.com and Kompas.com" (2023) oleh
Sarah A. Larasati. |
Teks-teks
berita (artikel dan judul) dari dua media online besar terkait proyek
ibu kota baru (bagaimana isu tersebut dibingkai: optimisme, kritik, atau
netralitas). |
|
Penelitian
Naratif |
"A
Teacher’s Journey: The Narrative of Professional Identity Development During
Fifty Years of Service" (2019) oleh Michael C. White. |
Kisah
hidup seorang guru (Partisipan tunggal) yang melayani selama 50 tahun
(perubahan identitas, tantangan historis, dan makna mengajar). |
|
Penelitian
Tindakan |
"Improving
Student Engagement in History Class Through the Implementation of
Problem-Based Learning: An Action Research in a High School Setting" (2024) oleh
Ahmad Taufik. |
Praktik
pengajaran guru sejarah di satu kelas/sekolah (penerapan intervensi PBL dan
dampaknya terhadap partisipasi dan hasil belajar siswa). |
|
Analisis
Wacana |
"The
Construction of 'Harmonious Society' in the Speeches of Indonesian Government
Officials: A Critical Discourse Analysis" (2020) oleh
Maria Ulfah. |
Pidato-pidato
pejabat pemerintah (Presiden/Menteri) tentang konsep "masyarakat
harmonis" (penggunaan bahasa untuk melegitimasi kebijakan dan
kekuasaan). |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.