Analisis profil kesadaran beragama dengan mengenali motif-motif sholat tahajud

 

Kerangka Makalah Ilmiah

Melacak Kesadaran Beragama dengan Mengenali Motif-Motif Sholat Tahajud

BAB I: PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

1. Pentingnya Kesadaran Beragama (Internalization of Religious Values) sebagai fondasi perilaku individu.

2. Sholat Tahajud sebagai ibadah sunnah yang memiliki keutamaan tinggi, unik karena membutuhkan komitmen dan pengorbanan (internal drive).

3. Fenomena perbedaan kualitas pelaksanaan ibadah, yang diduga dipengaruhi oleh motif/niat dasar.

4. Kesenjangan antara pelaksanaan ritual (Sholat Tahajud) dan manifestasi kesadaran beragama dalam perilaku sehari-hari (moralitas, etika, toleransi).

B. Rumusan Masalah

1. Apa saja motif-motif utama yang mendasari pelaksanaan Sholat Tahajud pada individu?

2. Bagaimana tingkat Kesadaran Beragama individu yang melaksanakan Sholat Tahajud?

3. Bagaimana hubungan yang terjadi antara motif pelaksanaan Sholat Tahajud dengan tingkat Kesadaran Beragama individu?

C. Tujuan Penelitian

1. Mengidentifikasi dan mengelompokkan berbagai motif dalam melaksanakan Sholat Tahajud (misalnya: intrinsik, ekstrinsik, sosial).

2. Menganalisis tingkat Kesadaran Beragama individu yang konsisten melaksanakan Sholat Tahajud.

3. Menganalisis keeratan, signifikansi, dan arah hubungan antara motif Sholat Tahajud dengan Kesadaran Beragama.

D. Manfaat Penelitian

1. Teoritis: Memberikan kontribusi pada kajian Psikologi Agama/Sosiologi Agama, khususnya mengenai hubungan antara motivasi ibadah dan internalisasi nilai agama.

2. Praktis: Menjadi bahan refleksi bagi para praktisi pendidikan agama atau dai untuk meningkatkan kualitas motivasi ibadah jamaah agar menghasilkan Kesadaran Beragama yang lebih mendalam.

BAB II: KAJIAN PUSTAKA

A. Kesadaran Beragama

1. Definisi dan dimensi Kesadaran Beragama (kognitif, afektif/emosi, konatif/praktis).

2. Indikator-indikator Kesadaran Beragama (ketaatan ritual, moralitas, toleransi, penghayatan spiritual).

3. Teori terkait Kesadaran Beragama (misalnya: Allport's Religious Orientation - Intrinsik vs. Ekstrinsik, Teori Maslow tentang Kebutuhan Spiritual).

B. Sholat Tahajud dan Keutamaannya

1. Pengertian, landasan syariat, dan kedudukan Sholat Tahajud dalam Islam.

2. Waktu, tata cara, dan dampak psikologis-fisiologis Sholat Tahajud (misalnya: manajemen stres, peningkatan disiplin diri).

3. Korelasi Tahajud dengan pembentukan karakter dan pengendalian emosi.

C. Motif Ibadah (Sholat Tahajud)

1. Konsep Motivasi dalam Ibadah (berdasarkan pandangan teologis dan psikologis).

2. Klasifikasi Motif Sholat Tahajud (Motif Ilahiah/Intrinsik, Motif Duniawiah/Ekstrinsik, Motif Kebutuhan Psikologis).

3. Peran Motif dalam menentukan kualitas, kekonsistenan, dan keberlanjutan ibadah.

D. Hubungan Antara Motif Sholat Tahajud dan Kesadaran Beragama

1. Tinjauan penelitian terdahulu mengenai motivasi ibadah dan implikasinya terhadap perilaku keagamaan.

2. Kerangka berpikir (paradigma) penelitian: Penjelasan logis mengapa Motif (X) diasumsikan memengaruhi Kesadaran Beragama (Y).

3. Hipotesis Penelitian (jika menggunakan pendekatan kuantitatif).

BAB III: METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Pendekatan Penelitian

(Misalnya: Penelitian Kuantitatif dengan pendekatan korelasional, atau Kualitatif dengan pendekatan studi kasus jam'iyyah tertentu).

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

(Sebutkan lokasi spesifik dan rentang waktu pelaksanaan penelitian).

C. Populasi dan Sampel/Subjek Penelitian

(Jelaskan kriteria inklusi dan eksklusi subjek, misalnya: usia 18-30 tahun, konsisten Tahajud minimal 6 bulan, dsb.).

D. Teknik Pengumpulan Data

1. Angket/Kuesioner: Untuk mengukur variabel Motif Sholat Tahajud dan Kesadaran Beragama (dengan uji validitas dan reliabilitas).

2. Wawancara Mendalam: Untuk menggali alasan dan pengalaman spiritual yang lebih personal dan mendalam (data kualitatif).

3. Dokumentasi: Data pendukung terkait subjek dan lokasi.

E. Teknik Analisis Data

(Contoh Kuantitatif: Uji normalitas dan homogenitas, statistik deskriptif, dan uji hipotesis menggunakan analisis korelasi (Product Moment) dan analisis regresi sederhana/berganda).

(Contoh Kualitatif: Reduksi data, penyajian data (matriks), dan penarikan kesimpulan (verifikasi)).

BAB IV: HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data Penelitian

1. Gambaran umum subjek penelitian (demografi, konsistensi ibadah, dsb.).

2. Deskripsi statistik/profil motif-motif Sholat Tahajud subjek (sebaran skor).

3. Deskripsi statistik/profil tingkat Kesadaran Beragama subjek (sebaran skor).

B. Hasil Uji Hipotesis (Analisis Korelasi dan Regresi)

1. Penyajian hasil analisis korelasi (menguji keeratan hubungan antar variabel).

2. Penyajian hasil analisis regresi (menguji pengaruh variabel independen terhadap dependen).

C. Pembahasan Hasil Penelitian

1. Interpretasi temuan mengenai motif yang dominan (mengapa motif tersebut muncul).

2. Interpretasi temuan mengenai tingkat Kesadaran Beragama (apakah tinggi/rendah dan alasannya).

3. Diskusi kritis mengenai bagaimana motif Tahajud berkontribusi signifikan terhadap Kesadaran Beragama yang lebih tinggi (mengaitkan temuan dengan Teori Allport atau teori motivasi).

4. Perbandingan temuan dengan penelitian terdahulu (dukungan atau kontradiksi).

BAB V: PENUTUP

A. Kesimpulan

Ringkasan jawaban dari setiap Rumusan Masalah yang disajikan secara terstruktur dan padat.

B. Saran

1. Saran untuk peningkatan kualitas ibadah individu (fokus pada internalisasi motif intrinsik/Ilahiah).

2. Saran untuk pengembangan penelitian selanjutnya (misalnya: dengan metode longitudinal atau populasi yang berbeda).

DAFTAR PUSTAKA

(Memuat semua sumber rujukan primer dan sekunder yang digunakan, disusun sesuai gaya sitasi yang ditentukan).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.