Pembagian Ilmu

 

Ilmu adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis yang diperoleh melalui serangkaian pengamatan, eksperimen, dan penalaran, dengan menggunakan metode ilmiah untuk mencapai kebenaran, keandalan, dan keobjektifan.

Secara terminologi, ilmu harus memenuhi kriteria ilmiah, yaitu memiliki objek kajian yang jelas, menggunakan metode tertentu, dan bersifat universal (berlaku secara umum).

Pembagian Utama Ilmu Pengetahuan

Secara tradisional, ilmu pengetahuan dibagi menjadi tiga kategori besar berdasarkan objek kajian dan metodenya:

1. Ilmu Alam (Natural Sciences)

Ilmu yang mempelajari fenomena fisik, alam semesta, dan segala isinya. Fokusnya pada pengamatan dan penjelasan tentang bagaimana dunia bekerja.

Cabang

Objek Kajian

Contoh Disiplin

Fisika

Materi, energi, gaya, gerak, ruang, dan waktu.

Mekanika, Termodinamika, Fisika Kuantum.

Kimia

Komposisi, struktur, sifat, dan perubahan materi.

Kimia Organik, Biokimia, Kimia Analitik.

Biologi

Kehidupan dan organisme hidup, termasuk struktur, fungsi, pertumbuhan, dan evolusi.

Botani, Zoologi, Genetika, Ekologi.

Ilmu Bumi

Planet Bumi, komposisinya, struktur, proses, dan sejarahnya.

Geologi, Meteorologi, Oseanografi.

Astronomi

Benda-benda langit, alam semesta, dan fenomena kosmik.

Kosmologi, Astrofisika.

2. Ilmu Sosial (Social Sciences)

Ilmu yang mempelajari manusia dalam konteks sosial, perilaku individu, hubungan antar manusia, serta struktur dan perkembangan masyarakat.

Cabang

Objek Kajian

Contoh Disiplin

Sosiologi

Masyarakat, perilaku sosial, interaksi, dan institusi.

Sosiologi Keluarga, Sosiologi Industri.

Ekonomi

Produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa.

Ekonomi Mikro, Ekonomi Makro, Ekonomi Pembangunan.

Politik

Sistem pemerintahan, kekuasaan, dan perilaku politik.

Hubungan Internasional, Administrasi Publik.

Antropologi

Manusia secara keseluruhan (fisik, sosial, budaya, sejarah).

Antropologi Budaya, Antropologi Fisik.

Psikologi

Pikiran dan perilaku (termasuk kognisi, emosi, dan kepribadian).

Psikologi Klinis, Psikologi Sosial.

Sejarah

Peristiwa dan perkembangan masa lalu.

Historiografi, Sejarah Budaya.

 3. Ilmu Formal (Formal Sciences)

Ilmu yang berkaitan dengan sistem lambang formal murni yang dihasilkan oleh akal (rasio). Mereka tidak bergantung pada pengamatan empiris untuk memvalidasi kebenaran, melainkan pada logika dan matematika.

  • Matematika: Mempelajari struktur, kuantitas, ruang, dan perubahan. (Contoh: Aljabar, Geometri, Kalkulus).
  • Logika: Mempelajari prinsip-prinsip penalaran yang valid dan inferensi.
  • Ilmu Komputer Teoritis: Mempelajari dasar-dasar komputasi. (Contoh: Teori Algoritma).

Kategori Pelengkap: Humaniora dan Ilmu Terapan

  • Humaniora (Ilmu Budaya): Fokus pada studi tentang kondisi manusia, menggunakan metode yang lebih analitis, kritis, atau spekulatif (tidak selalu terukur secara empiris). (Contoh: Filsafat, Bahasa, Sastra, Seni, Agama).
  • Ilmu Terapan: Ilmu yang menggunakan pengetahuan dasar dari Ilmu Alam dan Ilmu Formal untuk tujuan praktis dan menghasilkan solusi nyata. (Contoh: Teknik/Rekayasa, Kedokteran/Ilmu Kesehatan, Arsitektur).

Tentang Filsafat

Secara singkat, Filsafat secara tradisional tidak dianggap sebagai "ilmu" (sains) dalam pengertian modern, terutama karena alasan ontologi dan metodologi.

Berikut penjelasan mengapa filsafat berbeda dengan ilmu (sains) dan bagaimana statusnya dalam dunia pengetahuan:

Filsafat dan Ontologi

Argumen bahwa filsafat "tidak memiliki ontologi" perlu diluruskan. Sebenarnya, Ontologi (cabang filsafat yang mempelajari hakikat keberadaan, realitas, dan eksistensi) adalah salah satu cabang utama filsafat.

Namun, yang Anda maksud mungkin adalah bahwa objek kajian filsafat tidak terbatas pada realitas empiris yang dapat diobservasi, diukur, atau diverifikasi seperti objek kajian ilmu alam (sains).

  • Ilmu (Sains): Mempelajari ontologi khusus (misalnya, objek fisik, kehidupan, atau masyarakat) yang ada di dunia empiris.
  • Filsafat: Mempelajari ontologi umum (apa itu eksistensi, mengapa ada sesuatu alih-alih ketiadaan), atau membahas objek yang bersifat non-empiris (nilai, moralitas, kebenaran, makna).

Filsafat vs. Ilmu (Sains)

Perbedaan utama yang memisahkan filsafat dari ilmu modern terletak pada metode dan tujuan:

1. Metode

  • Ilmu (Sains): Menggunakan metode empiris dan induktif yang ketat (observasi, hipotesis, eksperimen, verifikasi). Tujuannya adalah mencapai fakta yang dapat diverifikasi.
  • Filsafat: Menggunakan metode rasional dan deduktif (analisis konseptual, argumen logis, kritik, dan penalaran). Tujuannya adalah mencapai pemahaman yang koheren.

2. Sifat Kesimpulan

  • Ilmu (Sains): Kesimpulan bersifat tentatif dan dapat difalsifikasi oleh bukti empiris baru. Sains bertujuan untuk deskripsi dan penjelasan.
  • Filsafat: Kesimpulan bersifat argumen yang harus dipertahankan secara logis, dan jarang mencapai kepastian universal yang tak terbantahkan. Filsafat bertujuan untuk preskripsi (misalnya Etika) dan analisis kritis.

Status Filsafat dalam Pengetahuan

Meskipun filsafat tidak termasuk "ilmu" (sains) dalam klasifikasi modern, ia tetap diakui sebagai disiplin akademik yang fundamental dan sering dikategorikan sebagai bagian dari Humaniora atau Ilmu Formal (terkait Logika).

  • Ibu Segala Ilmu: Filsafat sering disebut mater scientiarum (ibu segala ilmu) karena semua cabang ilmu (fisika, biologi, psikologi, dsb.) awalnya berasal dari filsafat. Filsafatlah yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan fundamental yang kemudian dikembangkan menjadi bidang ilmu spesifik setelah metode empirisnya ditemukan.
  • Fondasi Epistemologis: Filsafat (Epistemologi dan Filsafat Ilmu) bertugas meninjau kembali asumsi, metode, dan batas-batas ilmu pengetahuan itu sendiri.

Kesimpulan: Filsafat adalah disiplin pengetahuan yang menggunakan penalaran kritis dan logis, tetapi bukanlah ilmu (sains) karena tidak harus membatasi diri pada ontologi yang dapat diukur secara empiris.

Tentang Agama

agama tidak termasuk ilmu (sains) dalam klasifikasi akademik modern.

Meskipun agama adalah sistem pengetahuan yang sangat penting dan kompleks, ia dikategorikan sebagai disiplin yang berbeda dari ilmu pengetahuan karena perbedaan mendasar dalam objek kajian, metode, dan sumber kebenaran.

Perbedaan Utama Agama dan Ilmu (Sains)

Kriteria

Agama

Ilmu (Sains)

Objek Kajian

Transenden (Tuhan, jiwa, akhirat), nilai moral, keyakinan spiritual, dan makna eksistensi.

Empiris (fenomena alam, materi, perilaku yang dapat diukur, diamati, dan diuji).

Metode

Keyakinan (Iman), wahyu, ajaran suci, pengalaman spiritual, dan penalaran filosofis.

Metode Ilmiah (Observasi, hipotesis, eksperimen, verifikasi, dan falsifikasi).

Sifat Kebenaran

Absolut (diyakini sebagai kebenaran mutlak dan abadi).

Tentatif (selalu terbuka untuk diuji, direvisi, atau ditolak oleh bukti baru).

Tujuan Utama

Memberi petunjuk hidup, mencari makna spiritual, dan mencapai keselamatan/kebaikan moral.

Menjelaskan, memprediksi, dan mengendalikan fenomena fisik dan sosial.

Klasifikasi Agama dalam Pengetahuan

Dalam pembagian ilmu pengetahuan modern, agama (beserta studi tentang teks, ritual, dan sejarahnya) dikategorikan sebagai bagian dari Humaniora atau Ilmu Sosial, bukan Ilmu Alam (Sains):

  1. Humaniora: Jika dipelajari dari aspek teks suci, filsafat, dan sejarahnya (misalnya, Teologi atau Studi Agama).
  2. Ilmu Sosial: Jika dipelajari dari aspek sosiologis, antropologis, dan dampaknya terhadap perilaku masyarakat (Sosiologi Agama atau Antropologi Agama).

Singkatnya, ilmu berfokus pada bagaimana dunia fisik bekerja, sedangkan agama berfokus pada mengapa kita ada dan bagaimana seharusnya kita hidup.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.